Kian hari kian jenuh saja.
Sudah beberapa hari ini aku mengikutinya, tapi tak juga aku dapatkan apapun.
Aku mulai tertarik ketika ku tahu kami memiliki banyak kesamaan.
Dia memperkenalkan dirinya, memberi beberapa tentang dirinya.
Aku terus memperhatikan namanya, ada perasaan lain disana.
Tak sepatah katapun yang pernah aku dengar darinya hari itu.
Penampilannya selalu seadanya. bajunya dan celananya terlihat kebesaran .
Aku selalu berikan ia pertanyaan - pertanyaan. dibalasnya seadanya saja .
Ku temukan banyak lagi persamaan.
Aku coba berikan tanda aku mulai suka dirinya. ekspresinya tak berubah, tetap dingin . Ya, dia itu sibuk .
Sampai kini, apapun yang kukatakan padanya, dianggapnya biasa saja. Dia itu dingin.
Kulihat dia tak banyak berkomunikasi dengan orang banyak, maka ku coba buat beberapa percakapan. Dengan 2 tujuan. yaitu menemaninya dari kesepian, dan menemaniku dari kesepian .
Dia itu jenius, banyak karya-karya yang telah dia buat selama hari harinya. dari yang menceritakan ke-galau-an nya, sampai sifat sifat pribadinya . Agak cemburu membaca beberapa masa lalunya bersama wanita yang dia idamkan.
Tapi dari situ ku temukan sesuatu, '' kekosongan hatinya'' . Aku mau saja megisinya. tapi, apa dia mau ?
Ku cari terus kucari lagi tentang dirinya. semakin banyak aku tahu, aku rasa semakin cemburu.
Ku sudahi saja mencari tahu dari masa lalunya. itu kan tentang masa lalunya. apa dayaku..
berharap saja dia akan menceritakan tentang dirinya sendiri, tentang hari hari kedepannya.
Tulisan ini mungkin agak meniru dirinya. Ya, aku memang meniru dirinya. Tak peduli apa itu namanya.
Ku perhatikan terus perubahan darinya. Aku makin tertarik padanya .
Aku terus mencoba memberikan beberapa tanda. tak juga ada balasannya. Dia, tetap saja dingin . aku? bisa apa untuk membuatnya merasakan perasaan ini.
Tak lama kami pun berjumpa. Senang sekali melihatnya sedekat ini. Tak banyak yang dapat ku lakukan dengannya. tak banyak juga kata kata yang dia katakan. Aku ingin sekali dia terus bicara. aku suka mendengar suaranya..
Banyak sekali hal yang aku temukan di dirinya, yang tak dapat ku temukan pada pria manapun .
Mungkin aku terlihat seperti adik perempuannya. Namun, benci sekali mendengar kata kata itu . perasaan ini tak dapat disamakan dengan status ' adik perempuan ' itu .
Harusnya aku tahu, aku dan dia terlalu banyak kesamaan. belakangan aku tahu, magnet dengan sisi yang sama itu saling bertolakan. begitu juga dengan dirinya, kita itu banyak kesamaan. mungkin kita saling bertolakan juga .
Sampai saat ini aku mencoba mencari celah dari kesibukannya. menunggu waktu-waktu istirahatnya dari kerjanya yang melelahkan itu . berharap dia bisa menemaniku, sementara juga tak apa .
Aku suka mengganggunya dari kesibukannya. Aku suka menerima pesan darinya. Meski pesannya selalu singkat, terkadang 1 kata saja darinya, bisa ku artikan menjadi ribuan rangkaian kalimat .
Untuk mengatakan aku mencintainya mungkin terlalu sulit .
Dia, selalu mencari seorang bidadari.
pernah aku tanya pada tuhan "
whether I was an Angel? if not, what I have just a little the nature of the angel who always he looking for? ''
God might answer "You're not an angel, and dont compare yourself with the angel. You could be better than an angel. You can do many things that angels cant do .
You can stay with him, touch his hand, and whispers of love for him. Can an angel do it? only you can.
Ah.. kata kata itu cukup membuatku terbangun .
Tak peduli apa tanggapannya tentang note ini. ini cuma cerminan fikiranku tentang dirinya .
Ingin sekali ku datangi rumahnya. Kubuat kegaduhan disana. ku teriakan kata cinta untuknya .
berharap dia menghampiriku, membungkam mulutku dengan ciumannya yang akan menghapus kesendirian ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar